Up... sebuah film dengan "jutaan" makna, mulai dari kesetiaan, kebersamaan, tangungjawab. harapan, semangat, impian, dan determinasi tanpa mengenal usia. Dimulai dari impian seorang bocah petualang yang hendak hidup di sebuh tempat asing nun jauh dari negeri asalnya. Suatu tempat impian dimana ia akan tinggal dan hidup sampai Sang Khalik menjemput dirinya. Seiring dengan berjalannya waktu, bertambahnya usia, dan juga kedewasaan, maka impian itu "berkarat". Tidak mampu meneruskannya lagi karena sudah lebih dahulu dipanggil oleh Tuhan, meninggalkan suami yang begitu menyayanginya. Itulah kisah hidup Ellie.
Sang suami hidup dengan kegamangan dan menuju kepada kehampaan, pada saat itu ia teringat dengan impian masa kecil istrinya untuk pindah rumah ke wilayah selatan Amerika, memasuki suatu area canyon, dan meletakan rumah di sebelah air terjun nan indah. Sebelum itu terjadi, Sang Suami harus bergumul alot dengan penggusuran lokasi rumahnya. "Tidak akan pernah!!", itulah jawaban Sang Suami, Mr. Frederickson. Ia tidak akan pernah meninggalkan rumahnya, situasi kian mendesak, tekanan dari kontraktor dan badan hukum yang tidak memihaknya memaksanya menemukan ide nekat, terbang dengan balon-balon berisi Helium. Bukan hanya ia seorang, tetapi beserta dengan rumah dan segala isinya!! Ribuan balon sudah dipersiapkan dan ia siap lepas landas alias take off.

Sebelum itu terjadi, adalah seorang bocah yang belum mencapai masa akil balik, seorang pramuka yang ingin melengkapi lencananya. Negosisasi ketat Sang Bocah dengan Mr. Frederickson terjadi, keduanya sama-sama gigih dengan "keras kepala" masing-masing. Akhirnya yang tua yang menang, kecerdasannya mampu memperdaya si bocah. Pun begitu dalam kondisi tertipu oleh Mr. Frederickson, bocah pramuka ingusan tersebut tetap menunjukan determinasi tinggi, dialah Russel.

Jika Anda sudah menonton filmnya tentu Anda akan tahu kisah selanjutnya, sebuah pertualangan unik menempuh bahaya, bertemu dengan Doug, Sang Anjing bergaya protagonis menggemaskan yang "tersesat". Kevin, seekor burung langka yang memiliki tinggi sekitar 4 meter, nama kevin sendiri adalah panggilan Russel kepadanya, Kevin tidak sejantan namanya, ia seekor burung betina. Jangan lupa dengan Charlez Muntz si maniak burung, The Pack, Doberman, Sang Alpha gagah yang sempat membuatku tertawa ngakak saat The Pack bersuara layaknya Chipmunk.

Impian, cita-cita, semangat, ambisi, ketulusan, tanggung jawab dan komedi yang unik digambarkan dalam kisah ini. Ada banyak nilai filosofis "Rumah Balon" yang bisa diambil dari film UP.
Rumah adalah simbol kenyamanan, tempat pehentian, tempat peristirahatan, ada banyak sejarah emosi di sana. Demi hal seperti itu seseorang akan berjuang mati- matian memperjuangkannya. Sesuatu yang harus dijaga tersebut, terusik, seihngga memaksa seseorang memeras daya kreatifitasnya untuk mencari solusi. Ribuan balon kecil, adalah kumpulan kekuatan yang luar biasa, suatu gambaran mengenai gotong-royong, yang sebenarnya sudah menjadi sebuah budaya klasik Bangsa ini. Kesabaran untuk memompa setiap balon, mengaturnya dan mengikatnya dengan baik adalah lambang determinasi yang luar biasa. Russel, kegigihannya membuatnya diterima masuk ke ruang di balik pintu hati Mr.Frederickson yang dingin dan sepi.

Doug yang "tersesat", tercerahkan, dan aktif berkontribusi untuk kebaikan adalah gambaran kecerdasan untuk bisa menemukan panggilan hidupnya yang sejati, walau pada awalnya ia tersesat, tidak ragu melawan arus, dan memutar arah. Mr. Frederickson, walau balon-balon itu tidak sebanyak dulu saat pertama terbang, tetapi ia bisa beradaptasi dengan membuang parabot-parabot rumah, yang memiliki kenangan emosi tinggi sekalipun untuk hidup di masa sekarang, merespon realita dengan kejernihan yang menawan, ia kembali mengangkasa. Hmm, rasanya masih banyak lagi nilai-nilai dari film UP ini, silahkan Anda menambahnya, semoga bisa menjadi sebuah brankas inspirasi more..and more.






Post new comment